Pengukuran Metana

Pentingnya Pengukuran Metana

Metana & Emisi

Metana merupakan gas rumah kaca yang memiliki potensi pemanasan global (Global Warming Potential/GWP) lebih tinggi dibandingkan karbon dioksida dalam jangka waktu 100 tahun. Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) menjadi salah satu sumber emisi metana terbesar secara global, berkontribusi hingga 18% dari total emisi antropogenik metana. Emisi ini tidak hanya berdampak pada perubahan iklim tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas udara lokal serta kesehatan masyarakat di sekitar TPA.

Metana & Proyek MERIT

Proyek MERIT merupakan inisiatif pertama di Indonesia yang menghitung emisi metana di tiga TPA tingkat provinsi menggunakan metode Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) Tier 2 dengan verifikasi pengukuran menggunakan alat Closed Flux Chamber (CFC).
IPCC merupakan metode pengukuran emisi gas metana dari kegiatan operasional TPA berdasarkan pemodelan yang disebut First Order Decay (FOD) atau model peluruhan orde 1. Metode ini membutuhkan data-data yaitu: i) data aktivitas (seperti jumlah sampah yang masuk ke TPA dan komposisi), dan ii) faktor emisi/parameter spesifik yang dihitung dari: kadar organik sampah yang dapat terurai (DOC), pengelolaan TPA dan gas metananya serta karakteristik biogasnya.
Selain IPCC, sistem pengukuran yang dipergunakan untuk pengukuran menggunakan Closed Flux Chamber yaitu kompartemen tertutup yang dilengkapi dengan instrumen sensor metana dan gas landfill lainnya, yang memiliki rentang pengukuran konsentrasi metana yang luas.